Skip to content

Cum dan Dividen Saham

Sebagai seseorang yang melakukan investasi atau trading di pasar saham, kita perlu mencermati apa itu yang namanya cum date dan ex date. Saya sering kali belum paham mengenai definisi ini dan pengaruh terhadap harga saham. Berikut beberapa penjelasan mengenai cum dan ex date yang saya cari dari beberapa sumber.

Cum Dividen

Berarti waktu saat pembeli dari sebuah sekuritas berhak mendapatkan dividen yang telah disebutkan namun belum dibayarkan. Cum itu sendiri berarti dengan sehingga cum dividend memiliki arti “dengan dividen”. Sebuah saham ditransaksikan antara cum-dividend hingga tanggal ex-dividend, setelah ex-dividend, pembeli saham tersebut tidak berhak mendapatkan dividend. Jika pembeli membeli saham pada saat masa antara cum date dan ex date maka pembeli berhak mendapatkan dividen sedangkan penjual tidak berhak mendapatkan dividen.

Ex Dividen

Sebuah klasifikasi dari perdaganan saham saat dividen saham tersebut berhak dimiliki penjual daripada pembeli. Sebuah saham ditransaksikan saat atau setelah ex-dividend date (ex-date). Pada waktu ini, orang yang memiliki saham tersebut pada ex-dividend date tidak akan mendapatkan dividen perusahaan tersebut.

(Source: Investopedia)

Contoh

Pembagian Dividen Interim atas saham MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk, PT (MPPA) dengan ketentuan Rasio Dividen Interim III adalah setiap 1 Saham akan memperoleh Rp 180 (Seratus Delapan Puluh Rupiah).

Adapun jadwal pembagian Dividen Interim adalah sebagai berikut :

  1. Tanggal perdagangan bursa yang memuat Dividen Interim
    (Cum Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi.                     23 Des 2010
  2. Tanggal perdagangan bursa tidak memuat Dividen Interim
    (Ex Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi.                        27 Des 2010
  3. Tanggal perdagangan bursa yang memuat Dividen Interim
    (Cum Dividen) di Pasar Tunai.                                                      29 Des 2010
  4. Tanggal perdagangan bursa tidak memuat Dividen Interim
    (Ex Dividen) di Pasar Tunai.                                                         30 Des 2010
  5. Tanggal Penentuan Pemegang Saham yang berhak mendapat
    Dividen Interim di dalam rekening Efek (Recording Date).              29 Des 2010
  6. Tanggal Pembayaran Dividen Interim.                                          10 Jan 2011

Kita bandingkan dengan harga saham MPPA pada waktu jadwal diatas

  1. 23 Des 2010 : Close Rp 1,830
  2. 24 Des 2010 : Close Rp 1,820
  3. 27 Des 2010 : Close Rp 1,570, Open 1,650

Dari sini berarti: pembeli saham MPPA antara tanggal 23 – 24 Des 2010, berhak mendapatkan dividen Rp 180/saham sedangkan pembeli tanggal 27 Des 2010 sudah tidak berhak mendapatkan dividen.

Misal: jika saya membeli saham MPPA pada tanggal 23 Des 2010 di harga Rp 1,830 dengan volume 10 lot (5,000 lembar saham) dengan menghilangkan potongan dari broker maka biaya yang dikeluarkan: Rp 1,830 x 5,000 = Rp 9,150,000. Dan saya berhak mendapat dividen sebesar Rp 180 x 5,000 = 900,000 pada tanggal 10 Januari 2011. Jadi jika dipersentase keuntungannya dari biaya tersebut: 9,83%.

Namun aset saham saya tanggal 27 Des 2010 jika dijual dengan open price Rp 1,650 berkurang 9,83% (sama dengan persentase keuntungan cash dividen) dan berkurang 14,2% dengan close price 1,570. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan cuan lebih banyak saat pembagian dividen, trader harus dapat mengetahui waktu yang pas untuk masuk dan juga saat keluar.

Kita tunggu tanggal 10 Januari 2011 saat pembayaran dividen tersebut efek ke aset kita.

%d blogger menyukai ini: